Beberapa waktu lalu terjadi peristiwa yang sangat tidak manusiawi di Indonesia. Minoritas orang yang mempertahankan keyakinannya dibantai oleh mayoritas orang yang merasa bahwa keyakinan para minoritas itu melawan keyakinan mayoritas. Kedua belah pihak saling berjuang mempertahankan keyakinannya. Hanya saja karena kalah jumlah, pihak minoritas kalah. Menurut saya, kedua belah pihak sama-sama bodohnya. Satunya rela membunuh sesama manusia dengan biadab, satunya lagi rela mati. Semua hanya karena keyakinan agama mereka. Padahal jika dipikir, kalau keyakinan yang satu benar dan yang satu salah, salah satu dari mereka rugi. Itu kalau ada benar salah. Siapa tahu kalau ternyata keyakinan mereka semuanya salah.
Kejadian semacam ini terjadi karena orang mengikuti hukum agama. Yang mana, hanya dengan mengikuti satu agama tertentu, orang akan diselamatkan. Di luar agama itu, tidak diakui kebenarannya. Akhirnya, orang-orang dalam satu kelompok membenci, atau paling tidak memiliki ‘preseden negatif’, akan orang-orang di luar kelompok mereka. Bahkan lingkup dewan tertinggi orang-orang dari agama mayoritas yang membantai orang-orang beragama minoritas, secara tidak langsung membuat pembenaran atas kejadian pembantaian tersebut. Bahkan, pihak yang sangat disalahkan adalah pihak korban. Read more »