Hukum Tuhan VS Hukum Agama

Posted in Uncategorized on February 24, 2011 by Handoko

Beberapa waktu lalu terjadi peristiwa yang sangat tidak manusiawi di Indonesia. Minoritas orang yang mempertahankan keyakinannya dibantai oleh mayoritas orang yang merasa bahwa keyakinan para minoritas itu melawan keyakinan mayoritas. Kedua belah pihak saling berjuang mempertahankan keyakinannya. Hanya saja karena kalah jumlah, pihak minoritas kalah. Menurut saya, kedua belah pihak sama-sama bodohnya. Satunya rela membunuh sesama manusia dengan biadab, satunya lagi rela mati. Semua hanya karena keyakinan agama mereka. Padahal jika dipikir, kalau keyakinan yang satu benar dan yang satu salah, salah satu dari mereka rugi. Itu kalau ada benar salah. Siapa tahu kalau ternyata keyakinan mereka semuanya salah.

Kejadian semacam ini terjadi karena orang mengikuti hukum agama. Yang mana, hanya dengan mengikuti satu agama tertentu, orang akan diselamatkan. Di luar agama itu, tidak diakui kebenarannya. Akhirnya, orang-orang dalam satu kelompok membenci, atau paling tidak memiliki ‘preseden negatif’, akan orang-orang di luar kelompok mereka. Bahkan lingkup dewan tertinggi orang-orang dari agama mayoritas yang membantai orang-orang beragama minoritas, secara tidak langsung membuat pembenaran atas kejadian pembantaian tersebut. Bahkan, pihak yang sangat disalahkan adalah pihak korban. Read more »

Alkisah…

Posted in Uncategorized on September 29, 2010 by Handoko

Semalam aku merenungkan kejadian mengenai sahabatku. Pagi ini, aku membuat kisah sebagai hasil kontemplasiku.

Alkisah pada suatu jaman, agama yang tersisa hanya dua, agama X dan agama Y. Saat itu, terjadilah sebuah perang besar antar kedua agama tersebut. Perang itu berawal dari ditanamkannya kebencian pada orang-orang yang memeluk suatu agama terhadap orang-orang yang memeluk agama lain. Karena agama bersifat dogmatis, maka orang-orang yang memeluk agama itu tidak dapat mempertanyakan kebenaran yang sesungguhnya. Masing-masing merasa bahwa agama yang mereka peluk adalah yang paling benar, sehingga perang besar yang berlangsung lama itu menumbuhkan dendam dan menuai korban jiwa yang tidak terhitung banyaknya. Read more »

Semut, Kecerdasan, dan Kehidupan

Posted in Uncategorized on September 27, 2010 by Handoko

Pemikiran ini tiba-tiba muncul begitu saja di dalam otakku. Ketika aku diam sejenak menjelang tidur. Sebelum itu, aku sempat melihat semut-semut yang berjalan-jalan di tembok yang ada di seberang tempat tidurku. Kemudian karena di luar baru saja hujan, aku teringat akan laron-laron yang biasanya muncul pada awal musim hujan.

Laron atau semut adalah mahkluk hidup dengan daur hidup yang singkat. Telur – menetas – kecil – dewasa – reproduksi – tua – mati. Walaupun singkat, namun siklus hidup mereka tidak beda jauh dari manusia. Dalam kehidupan, mereka hanya bertahan hidup, bereproduksi untuk kelangsungan spesies mereka, kemudian mati. Aku mulai berpikir, jangan-jangan sebetulnya hidup manusia juga semendasar itu. Hanya saja karena kita memiliki kecerdasan, kita jadi bisa mengisi “kosongnya hidup” dengan berbagai cerita mengenai surga – neraka atau mengenai pencapaian kesuksesan hidup. Semua itu tertanam dalam otak kita sehingga kehidupan yang sebetulnya seperti semut-semut itu jadi kelihatan lebih “berisi”. Read more »

Teori Hidup

Posted in Uncategorized on September 16, 2010 by Handoko

Pernahkah anda berpikir, bahwa pada dasarnya kita semua ini hidup di dunia tanpa memiliki apapun. Kekayaan, kemampuan, kehebatan, kepandaian, sesungguhnya kita tidak memilikinya.

Kita semua tahu bahwa kita tidak memiliki kuasa untuk memilih untuk tidak dilahirkan. Kita juga tahu bahwa kita tidak memiliki kuasa untuk memilih jenis kelamin sewaktu dilahirkan, memilih orang tua yang seperti apa sewaktu kita lahir, atau memilih untuk lahir di negara tertentu dalam ras tertentu.

Dari awal kehidupan saja kita sudah tidak memiliki kuasa apapun. Read more »

Membuka lembaran baru…

Posted in Uncategorized on September 16, 2010 by Handoko

Akhirnya saya membuat halaman baru. Sebenarnya halaman ini bertujuan untuk menampung tulisan-tulisan saya yang tidak berkaitan dengan keilmuan, namun sayang jika saya simpan dan saya baca sendiri. Nama halaman baru ini agak aneh, karena ketika saya ingin memberi nama halaman saya handoko.wordpress.com, sesuai dengan nama sanskerta saya yang berarti banteng, sudah ada orang lain yang menggunakannya. Jadi ya, terpaksa saya mengubah nama Handoko saya menggunakan sandi metoda ‘boso walikan’ cara jawa kuno. Metoda penyandian ini menggunakan dasar huruf jawa yaitu,

  • ha na ca ra ka
  • da ta sa wa la
  • pa dha ja ya nya
  • ma ga ba tha nga

kemudian, tukar huruf di baris pertama dengan baris ketiga, dan huruf di baris kedua dengan huruf di baris keempat. Sebagai contoh nama saya, ha-n-do-ko. Jika di’walik’ atau dibalik, menjadi pa-dh-mo-nyo. Sebuah waralaba kaos ternama dari Jogja juga menggunakan metoda penyandian ini sebagai nama komersial produknya.

Singkat kata, sugeng rawuh saya ucapkan kepada semua yang menyempatkan hadir di halaman saya, dan selamat membaca.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.